Peserta Lomba

“Festival  Video  Pendek”

‘Guru Kreatif, Guru Hebat, Guru Inovatif, Guru Inspiratif’

 

TUTUP HIDUNG MULUT MAPAN COVID’ 19

(TUGAS TAGIHAN PROGRAM HAFALAN INDIVIDUAL MULOK TAHFIDZ DI MASA PANDEMI  COVID’19)

 

Tokoh:

1. Samsul Hadi (guru)

2. Drs. Wahyudin, M.Ag. (Kepala Madrasah)

2. Agung Firmansyah (siswa)

3. Nasuha (Wali murid)

 

 

Sinopsis:

                Samsul Hadi adalah seorang guru MTsN 7 Indramayu yang mengajar Mulok Tahfidz kelas 8. Memiliki keinginan kuat agar seluruh siswanya dapat menghafalkan Al-Quran minimalnya program wajib hafalan Juz 30 maksimalnya melebihi dari itu. Upayanya adalah dengan cara membimbing, mengarahkan, dan menilai kemampuan setiap siswanya dengan telaten.

 Sehubungan situasi yang tidak lazim akibat masa pandemi Covid ’19 (2020-2021) dan diberlakukannya WFH, maka proses KBM dan penagihan tugas  praktek hafalan dilakukan secara daring. Oleh karena tidak semua murid dari kelas A-G memiliki smart phone, maka dengan ketelatenan, kesabaran, dan siap berkorban dengan cara mengunjungi rumah muridnya satu-persatu untuk menagih tugas hafalannya secara  tatap muka.

setiap melakukan kunjungannya, dia komitmen untuk memperhatikan protokol kesehatan dan selalu memberitahukan kepada atasannya. Termasuk salah satu kunjungan pada hari itu ke rumah Agung Firmansyah di Desa Sindang Blok Dukuh Kerupuk.

                Agung Firmansyah adalah siswa kelas 8 A yang rajin dan ulet, termasuk sudah 2 tahun berjalan tanpa diketahui oleh guru pembimbingnya dia mengikuti les hafalan Al-Quran dengan seorang hafidzah terkenal bernama Hj. Muhsonah (Juri Tahfidz Provinsi) di Desa Dukuh Kec/Kab. Indramayu.

Karena keuletan dan kerajinannya dia mengikuti les tersebut, maka pertemuan tatap muka pada waktu itu membuat gurunya terkagum-kagum, merasa puas, dan bangga pada kualitas dan banyaknya hafalan yang dia kuasainya dengan baik  di luar dugaan sang gurunya.

 

 

Skenario:

1. Di  rumah saat pagi hari

     Samsul Hadi  mempersiapkan segala sesuatunya untuk berkunjung ke rumah Agung

2. Di perjalanan siang hari guru mencari alamat Agung Firmansyah dengan menanyakan kepada   orang yang ditemuainya.

3. Di rumah Agung Firmansyah

     Bertemu Agung, walinya, dan proses penagihan hafalan tatap muka.

 

Naskah:

Kepala Madrasah mengizinkan Samsul Hadi untuk berkunjung kepada salah siswanya pada pagi itu dalam rangka penagihan setoran hafalan secara tatap muka.

Kepala : “Pak Samsul mau berkunjung ke rumah Agung, kapan?”

Guru    : “In Sya Allah pagi ini Pak.” (jawabku pelan).

Kepala : “Baiklah Pak, silakan, hati-hati dan tolong jaga protokol kesehatan!”

 

Guru    : “Terima kasih Pak Kepala.” (menghentikan komunikasi dan langsung berjalan ke tempat tujuan menggunakan sepeda motor suzuki Smash buatan tahun 2006 miliknya).

 

Guru berangkat dalam situasi panas matahari dan kondisi perjalanan yang terjal menyusuri bantaran Sungai Cimanuk. Sambil sesekali berhenti untuk melepas lelah dan minum air putih menghilangkan haus, juga menanyakan desa tempat tinggal sang murid yang dicarinya. Hingga alamat yang dituju pada ahirnya ditemukan.

 

(Kisah lucu sebagai selingan). Salam khas orang Islam sudah tiga kali diucapkan oleh guru di pintu depan rumahnya, namun jawaban salam tuan rumah rupanya kurang  keras, sehingga tidak terdengar oleh guru. Ahirnya guru menuju ke pintu samping dan tuan rumah menuju ke pintu depan rumah dimana salam itu dia dengar. Ahirnya saling berselisih...beberapa detik kemuadian beradu pandang.

Guru  : (memecah kegugupan) “Assalamu,alaikum...” (sambil bersalam khas Covid’19 yakni melipat kedua tangan dibawah dagu sambil membungkukkan badan)

Wali   :  “Wa’alaikumussalam...” (balas membungkukkan badan dan mempersilakan masuk ke ruang tamu dan mempersilakan duduk)

Guru  : “Bapak, saya Samsul Hadi, dari MTsN 7 Indramayu, guru Tahfiznya Agung Firmansyah.”

Wali   : “Ohhh (terkejut dan menaruh hormat)... maaf, Pak, ini ada apa ya Pak?”

Guru  : “eehh... begini Bapak, saya mau bertemu dengan Agung untuk menagih setoran hapalan Juz ‘Amma seperti teman Agung lainnya yang tidak mempunyai HP.”(dengan wajah penuh harap agar dapat bertemu anak yang dimaksud).

Wali   : (Tanpa berlama-lama sang wali permisi pada gurunya untuk memanggil anaknya), “Guung...kemari Naak. Ini ada Guru kamu ingin bertemu!”

 

Beberapa menit kemudian Agung keluar dari kamarnya dengan wajah tampak kaget dan tersipu malu.  Rupanya dia sedang mengerjakan tugas manual dari mapel lain di kamarnya atau sedang menghafalkan ayat Al-Quran yang ditugaskan oleh ustadzahnya. jelas terlihat pada wajahnya sedikit pucat karena kelelahan berpikir. 

 

Guru  : (membuka percakapan dengan maksud memecah kekakuan situasi), “Begini Gung, bapak menemui kamu untuk meminta setoran hapalan Juz ‘Amma. Berapapun surat yang kamu hapal silakan kamu setorkan untuk bapak nilai!” (tanpa berlama-lama guru langsung memulai mengecek hapalan sang muridnya mulai dari surat-surat yang pendek, yakni An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, Al-Lahab, An-Nasr, Al-Kafirun, Al-Kautsar, Al-Ma’un, Al-Quraisy, Al-Fil, Al Humazah, Al’asr, At-Takasur, Al-Adiyat, Al-Zalzalah, Al-Bayyinah, Al-Qadar, Al-Alaq, At-Tin, Asy-Syarh, Ad-Duha, Al-Lail, Asy-Syam, Al-Balad, Al-Fajr, Al-Ghasyiah, Al-A’la, At-Tariq, Al-Buruj, Al-Insyiqaq, Al-Mutaffifin, Al-Infitar, At-Taqwir, ‘Abasa, An-Nazi’at, An-Naba... semua surat-surat tersebuat dengan ringan, santai, meyakinkan,fasih, ditunjang dengan hukum bacaan tajwid yang baik dan benar, dan mahorijil huruf yang baik dan benar. Sungguh sangat mengejutkan sang gurunya seketika)

Guru  : ( selesai hafalan satu persatu juz 30, guru menunduk, memandang heran wajah sang muridnya dengan antusias dan kagum, rasa iba bercampur bangga, merasa aneh tapi nyata, dan puluhan rasa lain yang berkecamuk dihati dan pikiranku).

“Ma sya Allaah.... Subhanallahi walhamdulilahi Walaa ilaaha illallaahu wallahu Akbar...walaa khaula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyil ‘adiim... (terucap dengan suara lirih), “Agung, Bapak tidak menyangka, ternyata hafalan wajib juz 30 sudah kamu kuasai dengan baik.”

Guru   : “Apakah kamu masih berminat menghafal setelah menguasai Juz 30 ini?’

Agung : “In Sya Allah Bapak, saya sekarang ini sedang menghapalkan Surat Al-Baqarah les privat dengan di Ibu Haji Muhsonah, Agung les 5 hari dalam seminggunya, mulai pukul 16.00-17.00.”

Guru   : (saya semakin kagum dibuatnya setelah saya mengetes dia beberapa ayat pada QS. Al-             Baqarah). “Alhamdulillaah...Semoga kamu istiqamah ya Gung. Di saat teman-temanmu asyik tiduran, bermain HP, jalan-jalan, nonton TV, tapi kamu rajin datang untuk les.”

Agung   : “Minta doanya ya Pak.” (pintanya dengan suara datar dan senyumnya yang terkenal  khas  lucu karena giginya ompong)

 

Aku tersentak kaget ketika kulihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 11.45 karena lupa  akibat asyiknya ngobrol.

Guru   : “Bapak... Agung, Bapak cukupkan sampai di sini dulu yaa, Bapak minta izin untuk pamit, Assalamu’alaikum...” (terdengar jawaban dari mereka ucapan salam balasan yang sama, dan saya pun beranjak meninggalkan gubuk sederhana, sekali lagi dengan rasa puas dan bangga memiliki siswa yang mempunyai kelebihan seperti Agung Firmansyah yang baru saja ditemuinya).

 

Pertemuan itu pun saya sudahi karena harus pulang, dalam perjalan batinku masih teringat Agung dan hafalannya, perasan puas dan bangga. Hingga terbersit dalam benak saya, andai saja situasi sudah lazim, Agung Akan saya tampilkan di depan siswa lainnya saat melakukan kegiatan rutin solat Duha berjamah di Lapangan Serba Guna Netuyu (MTsN 7 Indramayu) seperti Ahmad Fahlevi  atau yang lainnya yang selama ini saya tampilkan dengan hafalan juz ‘Ammanya yag fasih dan tartil).

Tamat

 

 

 

Sutradara       : Drs. H. Samsul Hadi, M.Si.

Skrip Naskah : Drs. H. Samsul Hadi, M.Si.

Juru Kamera  : Drs. H. Samsul Hadi, M.Si/ Agung F.

Editorial          : Kang Sarkad (Ronny)

Penanggung jawab: Drs. Wahyudin, M.Ag

Produksi         : Pakde Bae

Diproduksi     : 25 Juli 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas Pendidikan di Indonesia (Resume Daring Hardiknas 2020 orsat Kairo)

Jari Merah Tergigit Basah (Naskah Cerpen Lomba pada Catatan Pena)